Perbanyak mengucap laa quwwata illa billah

Perbanyak mengucap laa quwwata illa billah

Posted by Admin about 2 months ago in Good News

Perbanyak Mengucap Laa Quwwata Illa Billah

Kalimat ini adalah kalimat yang ringkas, namun syarat makna dan memiliki keutamaan yang luar biasa. Kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada ‘Abdullah bin Qois,

يَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ قَيْسٍ قُلْ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ . فَإِنَّهَا كَنْزٌ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ

Wahai ‘Abdullah bin Qois, katakanlah ‘laa hawla wa laa quwwata illa billah’, karena ia merupakan simpanan pahala berharga di surga” (HR. Bukhari no. 7386)

Kalimat “laa hawla wa laa quwwata illa billah” adalah kalimat yang berisi penyerahan diri dalam segala urusan kepada Allah Ta’ala. Hamba tidaklah bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa menolak sesuatu, juga tidak bisa memiliki sesuatu selain kehendak Allah.

Hadits ini menunjukkan anjuran untuk memperbanyak ucapan  لا حول ولا قوة إلا بالله. Kalimat ini disebut dengan hauqolah. Makna dari kalimat ini adalah kita berlepas diri dari segala macam daya dan upaya kekuatan dari diri kita. Dan bahwa semua itu dengan izin dari Allah. Maka orang yang mengucapkan kalimat itu seakan-akan telah mengatakan “kita tidak akan diberikan kekuatan dan tidak memiliki kekuatan kecuali dengan kekuatan dari Allah subhanahu wa ta’ala“. Karena kekuatan, daya dan upaya adalah milik Allah. Kalau bukan karena Allah yang memberikan kekuatan, kita tidak akan mampu.

Allah yang memberikan kepada kita berbagai macam kekuatan. Baik kekuatan fisik maupun kekuatan jiwa. Kekuatan iman, taqwa, kesehatan dan lainnya semua milik Allah subhanahu wa ta’ala. Maka Allah yang membreikan kekuatan. Allah juga yang memiliki daya dan upaya.

Oleh karena itu ketahuilah bahwa kita tidak mungkin bisa shalat kalau bukan karena Allah yang memberikan kekuatan.

Ada ulama yang menafsirkan kalimat tersebut, “Tidak ada kuasa bagi hamba untuk menolak kejelekan dan tidak ada kekuatan untuk meraih kebaikan selain dengan kuasa Allah.”

Ulama lain menafsirkan, “Tidak ada usaha, kekuatan dan upaya selain dengan kehendak Allah.”

Ibnu Mas’ud berkata,

لا حول عن معصية الله إلا بعصمته، ولا قوة على طاعته إلا بمعونته

“Tidak ada daya untuk menghindarkan diri dari maksiat selain dengan perlindugan dari Allah. Tidak ada kekuatan untuk melaksanakan ketaatan selain dengan pertolongan Allah.”

Imam Nawawi menyebutkan berbagai tafsiran di atas dalam Syarh Shahih Muslim dan beliau katakan, “Semua tafsiran tersebut hampir sama maknanya.” (Syarh Shahih Muslim, 17: 26-27)

Semoga lisan ini selalu diberi taufik oleh Allah untuk selalu basah dengan dzikir kepada Allah.

 

Ilmu yang bermanfaat menjadi bekal ke akhirat

Image Terkait Lainnya

Hidup mulia rajin belajar ilmu dan semangat mengajarkannya sehingga berguna bagi sesama

Random Galeri Yang Menarik Lainnya

Like and Share, Raihlah Pahalamu.

Kembali Ke Halaman Index
Back to Top