Sang pengenggam bara api

Sang pengenggam bara api

Posted by Admin about 2 months ago in Good News

Sang Pengenggam Bara Api

Dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda: يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ Akan datang pada manusia suatu zaman di mana orang yang bersabar dalam agamanya bagaikan orang yang menggenggam bara api.(HR. Tirmidz, Al-Fitan: 2361) Rasulullah SAW mengabarkan bahwa akhir zaman adalah fase fitnah yang kebaikan berkurang dan keburukan meningkat. Hakikat fitnah adalah terbaliknya suatu kondisi dari yang semestinya; yang haq dianggap batil dan yang hitam dianggap putih. Kejujuran akan dimusuhi dan kedustaan dijadikan tradisi. Sunnah dianggap bidah sedang bidah dijadikan sunnah. Lawan dianggap kawan sedang kawan dijadikan lawan. Itulah saat orang-orang yang berpegang dengan ajaran Islam yang haq sangat sedikit. Kesulitan dan kepayahan mereka berpegang dengan agama seperti orang yang menggenggam bara api, dipegang tangan terbakar dan jika dilepas api akan padam. Orang-orang yang berpegang dengan agama ketika itu demikian terasing, sendiri di tengah kebanyakan manusia, juga sedikit yang mau menolong dan membantu mereka. Ath Thibiy berkata bahwa maknanya adalah sebagaimana seseorang tidak mampu menggenggam bara api karena tangannya bisa terbakar sama halnya dengan orang yang ingin berpegang teguh dengan ajaran Islam saat ini, ia sampai tak kuat ketika ingin berpegang teguh dengan agamanya. Hal itu lantaran banyaknya maksiat di sekelilingnya, pelaku maksiat pun begitu banyak, kefasikan pun semakin tersebar luas, juga iman pun semakin lemah. Sedangkan Al Qari mengatakan bahwa sebagaimana seseorang tidaklah mungkin menggenggam bara api melainkan dengan memiliki kesabaran yang ekstra dan kesulitan yang luar biasa. Begitu pula dengan orang yang ingin berpegang teguh dengan ajaran Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam di zaman ini butuh kesabaran yang ekstra. Itulah gambaran orang yang konsekuen dengan ajaran Islam saat ini, yang ingin terus menjalankan ibadah sesuai sunnah Rasul shallallahu alaihi wa sallam-, begitu sulitnya dan begitu beratnya. Kadang cacian yang mesti diterima. Kadang dikucilkan oleh masyarakat sekitar. Kadang jadi bahan omongan yang tidak enak. Sampai-sampai ada yang nyawanya dan keluarganya terancam. Demikianlah resikonya. Namun nantikan balasannya di sisi Allah yang luar biasa andai mau bersabar

Ilmu yang bermanfaat menjadi bekal ke akhirat

Image Terkait Lainnya

Hidup mulia rajin belajar ilmu dan semangat mengajarkannya sehingga berguna bagi sesama

Random Galeri Yang Menarik Lainnya

Like and Share, Raihlah Pahalamu.

Kembali Ke Halaman Index
Back to Top